
Dalam dunia olahraga, waktu latihan sering kali menjadi perdebatan menarik. Sebagian orang meyakini bahwa latihan pagi lebih efektif karena tubuh masih segar dan pikiran fokus, sementara yang lain menilai latihan sore lebih baik karena otot sudah “hangat” setelah aktivitas seharian. Bagi mahasiswa-atlet yang harus menyeimbangkan jadwal kuliah dan latihan, memahami waktu latihan yang paling optimal menjadi kunci untuk menjaga performa maksimal.
Keunggulan Latihan Pagi

Latihan di pagi hari memiliki beberapa manfaat fisiologis dan psikologis. Aktivitas fisik pada pagi hari dapat membantu meningkatkan kadar hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih positif sepanjang hari. Selain itu, latihan pagi juga membantu membentuk kebiasaan disiplin, karena tubuh akan terbiasa bangun lebih awal dan fokus pada rutinitas.
Bagi mahasiswa, latihan pagi dapat menjadi cara efektif untuk mengawali hari dengan energi baru sebelum aktivitas perkuliahan dimulai. Namun, kekurangannya, tubuh biasanya masih dalam keadaan kaku setelah tidur dan membutuhkan pemanasan lebih lama untuk mencegah cedera.
Keunggulan Latihan Sore

Sebaliknya, latihan sore hari dinilai lebih ideal dari sisi performa fisik. Pada waktu ini, suhu tubuh, kekuatan otot, dan kapasitas paru-paru berada di titik optimal. Penelitian menunjukkan bahwa koordinasi dan reaksi tubuh meningkat antara pukul 16.00–19.00, menjadikannya waktu ideal untuk latihan intens seperti sparring, lari cepat, atau latihan teknik bela diri.
Selain itu, mahasiswa-atlet yang berlatih sore memiliki waktu pemulihan yang lebih fleksibel di malam hari, tanpa harus terburu-buru mengikuti kuliah pagi.
Pandangan Para Ahli tentang Waktu Ideal Berolahraga
Para ahli sepakat bahwa waktu terbaik untuk berolahraga sangat bergantung pada tujuan, kebiasaan, dan ritme biologis tubuh seseorang. Tidak ada waktu yang mutlak paling ideal, namun berbagai penelitian menunjukkan keunggulan masing-masing periode latihan — pagi dan sore hari.
Menurut Dr. Cedric Bryant, Presiden American Council on Exercise (ACE), latihan pagi membantu meningkatkan konsentrasi, kestabilan suasana hati, serta membentuk disiplin karena dilakukan sebelum aktivitas harian dimulai. Ia menekankan bahwa olahraga pagi juga mendukung kualitas tidur malam yang lebih baik.
(Sumber: American Council on Exercise, 2020)
Sementara itu, riset dari University of Birmingham (2018) menemukan bahwa performa fisik seseorang — seperti kekuatan otot dan daya tahan — mencapai puncaknya pada sore hari antara pukul 16.00–19.00. Hal ini disebabkan suhu tubuh yang lebih tinggi dan aktivitas hormon testosteron yang meningkat, sehingga tubuh lebih siap untuk latihan intens.
(Sumber: Journal of Sports Sciences, 2018)
Ahli fisiologi olahraga Dr. Michael Deschenes dari William & Mary College menambahkan bahwa latihan sore memungkinkan adaptasi otot lebih cepat karena metabolisme tubuh bekerja lebih optimal pada waktu tersebut.
(Sumber: Deschenes, M. R., 2019, Journal of Applied Physiology)
Sedangkan American College of Sports Medicine (ACSM) menyimpulkan bahwa waktu terbaik berolahraga adalah saat individu dapat melakukannya secara konsisten. Konsistensi jauh lebih penting daripada memilih waktu tertentu, selama intensitas latihan dan pemulihan dilakukan dengan benar.
(Sumber: ACSM Position Stand, 2020)
Dengan demikian, berdasarkan pandangan para ahli, baik latihan pagi maupun sore memiliki manfaat yang signifikan. Waktu terbaik ditentukan oleh kebiasaan individu, tujuan olahraga, dan kemampuan menjaga rutinitas secara konsisten untuk hasil performa yang maksimal.
Leave a Reply